Selamat Datang di Blog saya. Semoga hari anda menyenangkan dan Terima Kasih sudah mampir :)

Senin, 20 Februari 2012

Angan ku


Semburat jingga di ufuk senja,
Angin menarikan pasir bak bercanda.
Ku melamun dengan penuh luka,
Mengharap hadirmu wahai pujangga.

Nelayan menepuk benahi perahu,
Harap tak oleng di tengah Samudera.
Andaikan saat ini kau di sisiku,
Kan ku peluk erat wahai pluruh duka.

Tapi gelap telah datang,
Adzan pun sentak berkumandang.
Kau tlah pergi jauh berlalu,
Meninggalkan ku hancur penuh pilu.

Rembulan senyum bak berduka,
Seakan tahu isi hatiku.
Andaikan ku sanggup memutar waktu,
Kan ku ubah kesan yang buat mu luka.

Apakah ku telah terlambat?
Berharap dirimu ada untukku?
Tak perlu lama yang buat mu penat,
Hanya sekilas yang ku pinta darimu.

Penasaran bukan lah dosa,
Siapakah yang ada di penantianmu?
Ku ingin titip salam padanya,
Tolong jaga ia yang pernah mencintai ku.

Sabtu, 18 Februari 2012

Kenapa?

Kenapa?
Kau dulu sangat dekat dengan ku, sekarang kau mendadak menjauhiku?

Kenapa?
Kau begitu senang akan kehadiranku, tapi sekarang kau begitu membenci ku?

Kenapa?
Kau bilang kau bahagia saat kehadiran ku dan sekarang kau bertindak seperti ku mengecewakan mu?

Kenapa?
Kau datang padaku, kalau akhirnya kau pergi dariku?

Kenapa?
Kau tega membuat ku tertawa tapi akhirnya kau juga yang membuat ku menangis?

Kenapa?
Kau tak memberikan jawaban, apalagi alasan?

Kenapa kau tega melakukan ini?
Lupakah kau akan masa lalu?
Saat kita bahagia bersama?
Dan sekarang kau ingat hanya tertekan saat bersama ku?
Tidak kah kau ingat ku pernah membantu mu saat kau jatuh?
Ku tak berniat mengungkit, tapi hanya ingin membuat mu ingat, kalau ku pernah menyemangati hidup mu..

Semua sudah terlambat,
Saat emosi yang berbicara, tali yang sudah terjalin pun bisa putus.
Tapi disetiap rencana, pastilah ada celah.
Ku hanya minta pada mu, maafkan lah aku yang bodoh ini..
Ku harap kau hidup senang tanpa kehadiran ku, sahabat..

Rabu, 15 Februari 2012

Sahabat ku

Kehilangan emang sungguh menyakitkan...
Terpuruk bahkan mati bisa dibuatnya...
Ku telah kehilangan seorang teman....
Seorang sahabat yang tlah ku anggap saudara...
Sungguh menyengsarakan saat ku tak lagi bisa bersamamu,
Wahai sahabat...
Ingin rasanya ku ayunkan tongkat ku,
ku lantunkan sebuah mantera maut...
Agar raga ini busuk, namun jiwa ku tetap mengingat mu...
Tapi ku sadar, buat apa ku lakuin tingkah bodoh itu,
Karena ku yakin kau pasti kan kembali wahai sahabat...