Selamat Datang di Blog saya. Semoga hari anda menyenangkan dan Terima Kasih sudah mampir :)
Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Agustus 2012

Sahabat Sama Dengan Musuh

Kau begitu ramah ketika pertama kali ku bertemu dengan mu...
Pagi, siang dan malam ku habiskan waktu bersamamu...
Tawa canda tak hentinya menggelitiki perutku...
Aku pun merasa bangga telah mengenalmu...

Kau lah yang mengenalkanku akan dunia ini...
Kau yang mengajariku akan artinya kehidupan...
Bersamamu, ku bisa merasakan tipu daya yang tersembunyi...
Kau seakan memberitahuku lebih jelas, bagaimana caranya bernapas...

Namun, berlalunya waktu...
Hitam dan putih berseteru di malam kelabu...
Awal dari perpecahan pun terjadi...
Sedikit demi sedikit telah memunculkan lubang...
Dan tak lamapun, bahtera persahabatan itu pun karam...

Hanya ada dendam diantara kita, sahabat...
Atau pantaskah kini ku memanggilmu, musuh?
Dulu kau sahabatku, kini menjadi musuhku...
Atau kau kah yang menganggapku musuh?

Ku tak ingin berlarut dalam kondisi ini...
Ku ingin kita berteman, walau tak kembali menjadi sahabat...
Setidaknya kata itu lebih indah dari kata hitam itu...
Tapi  dendam mengartikan yang lain...
Seberatku berusaha tuk memperbaiki hubungan kita...
Kau masih berteguh mengacuhkan dan jauhi ku...
Bahkan, kau telah menganggapku tiada...

Hm, tak apa...
Ku tlah berusaha, dan ku tetap menunggu dan percaya...
Ku yakin ego mu takkan terus menyelimutimu...
Percayalah, kita kan berteman lagi sebelum ajal menjemput kita...


Selasa, 21 Februari 2012

Sahabat

Pasti kamu semua memiliki seorang sahabat atau lebih yang mengisi hari-harimu. Seorang sahabat tidak akan meninggalkan mu saat kamu jatuh, mereka kan selalu ada untuk mu, dimanapun, dan kapanpun. Sebab itulah jangan kamu sia-siakan kehadiran sahabat yang selalu ada untukmu. Dia juga manusia, punya perasaan halus dan berhak bertindak menjauhimu, jika dia merasakan perbuatan nya sia-sia saat berusaha menghiburmu. Saat kamu kehilangan barulah kamu kan merasakan betapa pentingnya sahabat dalam hidupmu. Dan untuk mu sahabat ku, terima kasih atas waktu mu untuk menghibur ku, walaupun sekarang kamu telah menjauh dari kehidupan ku. Love you. Always.....

Sabtu, 18 Februari 2012

Kenapa?

Kenapa?
Kau dulu sangat dekat dengan ku, sekarang kau mendadak menjauhiku?

Kenapa?
Kau begitu senang akan kehadiranku, tapi sekarang kau begitu membenci ku?

Kenapa?
Kau bilang kau bahagia saat kehadiran ku dan sekarang kau bertindak seperti ku mengecewakan mu?

Kenapa?
Kau datang padaku, kalau akhirnya kau pergi dariku?

Kenapa?
Kau tega membuat ku tertawa tapi akhirnya kau juga yang membuat ku menangis?

Kenapa?
Kau tak memberikan jawaban, apalagi alasan?

Kenapa kau tega melakukan ini?
Lupakah kau akan masa lalu?
Saat kita bahagia bersama?
Dan sekarang kau ingat hanya tertekan saat bersama ku?
Tidak kah kau ingat ku pernah membantu mu saat kau jatuh?
Ku tak berniat mengungkit, tapi hanya ingin membuat mu ingat, kalau ku pernah menyemangati hidup mu..

Semua sudah terlambat,
Saat emosi yang berbicara, tali yang sudah terjalin pun bisa putus.
Tapi disetiap rencana, pastilah ada celah.
Ku hanya minta pada mu, maafkan lah aku yang bodoh ini..
Ku harap kau hidup senang tanpa kehadiran ku, sahabat..

Rabu, 15 Februari 2012

Sahabat ku

Kehilangan emang sungguh menyakitkan...
Terpuruk bahkan mati bisa dibuatnya...
Ku telah kehilangan seorang teman....
Seorang sahabat yang tlah ku anggap saudara...
Sungguh menyengsarakan saat ku tak lagi bisa bersamamu,
Wahai sahabat...
Ingin rasanya ku ayunkan tongkat ku,
ku lantunkan sebuah mantera maut...
Agar raga ini busuk, namun jiwa ku tetap mengingat mu...
Tapi ku sadar, buat apa ku lakuin tingkah bodoh itu,
Karena ku yakin kau pasti kan kembali wahai sahabat...



Senin, 13 Februari 2012

Cinta dan Sahabat

Semilir angin menari dan membelai rambutku,
ombak kecil berdesir mengguncang jemari kaki di pasir hitam.
Mata ku memandang laut lepas di ujung Samudera.
Menghayalkan segala dosa,
yang pernah dilakukan raga dan jiwa.

Apa yang harus kulakukan, agar bisa menebus dosaku?
Saat kata maaf tak lagi berharga,
saat berjabat tangan dianggap dusta.
Ku rela melakukan apa saja, asal jangan kau memilih pergi,
dan menganggap semua itu menebus kesalahanku.

Hai kawan, relakah kau meninggalkan ku?
Membiarkan ku jatuh dan tertimpa tangga?
Relakah kau melihatku bangun sendiri saat ku terjatuh?
Aku bisa kawan, aku bisa.
Aku bisa bangun tapi langkah ku kan pincang,
Karena bagi ku kau langkah ku menuju Karang.

Ku telah jatuh cinta, bukan cinta biasa.
Ini cinta yang beda,
bahkan ini lebih dari cinta, sayang dan perhatian.
Ku bisa relakan hilangnya cinta ,
ketika Tuhan menganggap dia bukanlah jodoh,
tapi ku tak bisa relakan kehilanganmu,
lagipula tak ada istilah, kita belum "jodoh tuk berteman?"

Hai kawan, ku harap kau tak melupakan ku,
kau tak mengacuhkan kehadiran ku,
dan kumohon jangan hapus total aku dari memorimu.
Ku tau, kau takkan lama seperti ini.
Ku tau, ini hanya emosi mu sesaat.
Dan kuharap saja, dugaan ku benar,
karena ku tak sanggup tertawa lepas tanpa kehadiranmu, sahabat.
Moga kau baik-baik saja, dimana pun sekarang kau berada.